Sepotong lagu oldies berbahasa Perancis kontroversial yang dipopulerkan duet Jane Birkin dan Serge Gainbourg pada tahun 1969. Lagu ini mengalami nasib dilarang di Italia, Polandia, Spanyol, Portugal dan Inggris. Vatikan bahkan mengeluarkan sabda pengharaman. Ada apa dengan lagu ini?Karena orangtua saya pengumpul lagu oldies (sampul kaset atau cd-nya biasanya ditajuk evergreeen, everlasting, memories, great love songs), Je T'aime non Plus menjadi salah satu lagu familiar, menjadi kesukaan, dengan kebutaan maknanya. Bagi saya, lagu itu enak, unik, sedikit ganjil karena seperti dialog dua pengidap asma.
Seiring dengan kesadaran yang berkembang, kira-kira ketika sudah duduk di SMP (masa ketika saya mulai serius menyimak, mulai menjadi pembaca koran intens, mulai tertarik pada film dan bahasa), saya mengerti mengapa lagu itu dikecam habis-habisan di beberapa wilayah, bahkan di Perancis sendiri. Kecaman yang malah menjadikannya semakin populer di Eropa, kecuali tentu saja di negara-negara yang melarangnya secara resmi (tapi tentu saja populer diam-diam. Sesuatu yang dilarang bukankah justru diuber?) Saya malah masih mengingat samar-samar sepotong artikel di koran Indonesia, entah di Kompas entah di Sinar Harapan (dulu kami berlangganan kurang lebih sepuluh koran ) yang membahas lagu ini. Bacaan itu menempelkan dalam kepala saya: sebuah lagu dilarang karena erotis.
Erotis? O, silakan mencari lagu ini. Sepasang kekasih sahut-menyahut dengan nafas memburu: penjelasan ekplisit hubungan seksual. Suara Serge berat, suara Jane manis-feminin. Lirik lagunya sendiri jelas-jelas mendeskripsikan aktivitas percintaan. Maka ditingkahi deru nafas memburu, lenguhan dan desahan (wikipedia menyebutnya "suara orgasme Birkin) maka lengkaplah Je t'aime moi non plus (I love you..Me neither) dapat didakwa sebagai perusak moral umat manusia. Bahasa Perancis yang sexy makin menegaskan erotisme. Saya kira bahkan lagu-lagu masa kini relatif dikalahkan oleh 'keterusterangan' lagu ini.
Awalnya lagu ini ditulis Serge Gainsbourg untuk kekasihnya waktu itu, artis sexy Brigitte Bardot. Bertahun-tahun kemudian Gainsbourg bertemu (dan menjadi kekasih) artis Inggris, Jane Birkin, lagu itu lalu dipersembahkan untuknya. Di Inggris, perusahan rekaman Fontana, menarik lagu itu dari peredaran sebagai bentuk tanggungjawab moral. Padahal Je T'aime Non Plus telah menempati tangga kedua pada pop charts. Label Major Minor lalu mengambil-alih otoritas komersialnya.
Simak frasa-frasa berikut ini:
Je vais et je, entres tes reins
Tu es la vague, moi I'ile nue
L'amour physiqiue et sans issue
Non! Maintenant, viens
I come and I go between your hips
You are the wave, I'm the naked island
Physical love is dead and street
It's racy stuff allright
Bayangkan tahun 1969. Revolusi seksual. Pergeseran pandangan tentang sex, dari suatu yang dianggap privat dan patut disembunyikan, menjadi sesuatu yang secara terbuka layak diungkapkan sebagai insting alamiah manusia. Lagu ini seperti mewakili salah satu elannya. Namun demikian, terbukti tetap menghadapi resistensi, menyiratkan bahwa ekpresi seksual manusia ditempatkan di ceruk rahasia.
Meski demikian, toh Je t'aime Moi Non Plus menjadi salah satu koleksi oldies. Anda mudah sekali menemukannya di negeri ini, yang intitusi agamanya berikut derivatnya merasa perlu melakukan sweeping terhadap sesuatu yang dianggap dapat merusak moral dan martabat manusia.
Jika Anda belum pernah mendengar lagu ini atau akan mendengar lagu ini, mungkin Anda mengira Je'taime Moi Non Plus hikayat sepasang manusia berlainan jenis yang butuh bantuan pernafasan?
0 komentar:
Poskan Komentar